Tuesday, July 8, 2008

cinta matematika

Untuk … tersayang
( Puisi matematika )
Tiga minggu yang lalu…
Untuk pertama kalinya kulihat kau berdiri tegak lurus lantai
Kulihat alismu yang berbentuk setengah lingkaran dengan diameter 4 cm
Saat itulah kurasakan sesuatu yang lain dari padamu
Kurasakan cinta yang rumit bagaikan invers matriks berordo 5×5
Satu minggu kemudian aku bertemu kau kembali…
Kurasakan cintaku bertambah,
bagaikan deret divergen yang mendekati tak hingga
Limit cintaku bagaikan limit tak hingga
Dan aku semakin yakin,
hukum cinta kita bagaikan
hukum kekekalan trigonometri sin2+cos2 = 1
Kurasakan dunia yang bagaikan kubus ini menjadi milik kita berdua
Dari titik sudut yang berseberangan,
kau dan aku bertemu di perpotongan diagonal ruang
Semakin hari kurasakan cintaku padamu
bagaikan grafik fungsi selalu naik yang tidak memiliki nilai ekstrim.
Hanya ada titik belok horizontal yang akan selalu naik
Kurasakan pula kasihku padamu
bagaikan grafik tangen (90o < x < 270o)
Namun aku bimbang…
Kau bagaikan asimtot yang sulit bahkan tidak mungkin kucapai
Aku bingung bagaikan memecahkan soal sistem persamaan linear
yang mempunyai seribu variabel dan hanya ada 100 persamaan
Bahkan ekspansi baris kolom maupun Gauss Jordan pun tak dapat memecahkannya
Sumber : http://home.csui05.org

Saturday, July 5, 2008

tentang matematika

Matematika Bumi vs Matematika Langit...

Menurut hitungan matematis,orang yang punya uang sepuluh juta rupiah
kemudian diambil lima juta untuk membantu biaya sekolah anak-anak
yatim maka uangnya yang tersisa hanya tinggal lima juta rupiah Jika
orang itu kemudian mempunyai pola perilaku tetap yaitu selalu
memberikan setengah hasil usahanya untuk membantu orang lain yang
kesulitan,maka menurut hitungan matematis ia pasti lambat kayanya
dibanding jika ia tidak suka memberi. Jika ia menjadi kaya 10 tahun
kemudian,maka logikanya jika tidak suka memberi, ia sudah bisa menjadi
orang kaya lima tahun lebih cepat.

Tetapi realitas kehidupan sering berbicara lain. Orang yang suka
memberi justru lebih cepat kaya sementara orang yang kikir usahanya
sering tersendat-sendat. Sama halnya orang dagang yang selalu
mengambil keuntungan dengan margin tertinggi justru kalah bersaing
dengan pedagang yang mengambil keuntungan dengan margin rendah. Kenapa
? karena hidup itu bukan hanya matematis, ada matematika bumi dan ada
matematika langit. Orang yang "kekeuh" dengan hitungan matematis dalam
interaksi social tanpa disadari ia justru kehilangan peluang non
teknis yang nilainya tak terukur secara matematis, yaitu berkah.
Berkah adalah terdayagunanya nikmat secara optimal. Dari uang lima
juta rupiah misalnya semua terinvestasi tanpa ada sedikitpun
kebocoran,sehingga pertumbuhannya konstan. Sedangkan penghasilan yang
tidak berkah dapatnya sepertinya banyak,tetapi yang terdayaguna hanya
sedikit karena sebagian besar justeru bocor kewilayah-wilayah yang tak
diperlukan.

Matematika langit mengajarkan bahwa harta itu anugerah Tuhan. Tuhan
menyuruh manusia untuk bekerja keras dan Tuhan akan memberi menurut
kehendak-Nya sesuai dengan rumus-rumus matematika langit. Zakat
misalnya arti bahasanya adalah suci dan tumbuh,artinya orang yang
disiplin membayar zakat hartanya menjadi suci (dari sorotan orang
miskin) dan hatinya pun menjadi suci (dari keserakahan matematis).
Filosofi zakat ialah bahwa di dalam harta si kaya ada hak orang lain
(miskin), yang meminta atau yang malu meminta. Jika zakat tak
dibayarkan,maka maknanya si kaya memakan hak orang miskin. Zakat
diartikan tumbuh artinya harta yang dizakati akan berkembang volume
dan maknanya secara sehat. Logiskah ini ?

Tuhan mengajarkan melalui pohon. Pohon yang secara regular digunting
ranting dan daunnya ia akan tumbuh berkembang secara indah dan
berpola, karena dari ranting yang digunting akan tumbuh daun baru yang
segar. Jika pohon itu tak pernah dipotong maka pohon itu terus
berkembang tetapi tidak indah, tidak berpola dan bahkan bisa menjadi
pohon besar yang angker. Orang kaya yang pemurah biasanya akrab dengan
lingkungan, dicintai dan dihormati orang sekeliling. Orang kaya yang
kikir seperti pohon yang angker, orang takut mendekat kecuali yang
agak bau-bau pedukunan dan setan.

Kearifan Universal dan Kearifan Lokal

Matematika langit banyak sekali mengajarkan logika terbalik. Dari
nilai-nilai kearifan lokal (Jawa) misalnya ada ungkapan; wani ngalah
luhur wekasane, orang yang berani mengalah akan terhormat di belakang
hari. Kalau menurut matematika bumi, mengalah sama saja dengan kalah,
berarti lemah . Tetapi menurut matematika langit,mengalah adalah
kekuatan,karena hanya orang kuat yang bisa mengalah. Mengalah berbeda
dengan kalah, orang yang bisa mengalah biasanya menang dibelakang,
orang yang menang-menangan biasanya akhirnya malah kalah.

Nah nilai-nilai kearifan universal banyak sekali dijumpai, di ayat
kitab suci, hadis maupun maqalah atau kata-kata mutiara. Berikut ini
contohnya;

*

Barang siapa (pemimpin) yang rendah hati, ia akan diangkat
martabatnya oleh Tuhan, dan barang siapa (pemimpin) sombong, ia akan
dijatuhkan Tuhan...
*

Cintailah kekasihmu sederhana saja, siapa tahu di belakang hari ia
justeru menjadi orang yang paling kau benci, dan bencilah musuhmu
sederhana saja, siapa tahu di belakang hari ia justeru menjadi orang
yang paling kau cintai (Al Gazali)

Friday, July 4, 2008

Tuhan Sembilan Centi

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Wednesday, July 2, 2008

pengobatan ala rasulullah ( Bekam )

Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.[1].
Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dijelaskan dalam hadist Bukhari :
Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda : "Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas." (Hadist Bukhari)
• Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah), yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari.
• Bekam basah (Hijamah Rothbah), yaitu pertama kita melakukan bekam kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam (lancet), lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, lalu dibuang darah kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih. Dan selama 3 jam setelah di-bekam, kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang sama adalah 3 minggu sahaja
Waktu berbekam
Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan [2], karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak). Anas bin Malik r.a. menceritakan bahwa : "Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Beliau melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau keduapuluhsatu." (Diriwayatkan oleh Ahmad).
Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa saja ketika diperlukan.
Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.
Referensi
1. ^ http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg01404.html
2. ^ http://www.geocities.com/faneliaherbs/

Tuesday, July 1, 2008

ada apa dengan KING KONG

Mengapa King Kong digunakan untuk nama Kera atau Monyet Raksasa ?
Mengapa tidak digunakan nama Great Ape, King Monkey, Giant Ape, Giant Monkey atau yang lainnya ?
Menurut ahli bahasa, kata King Kongberasal dari bahasa Inggris dan bahasa Latin, yang artinya Raja Monyet. King artinya Raja (bahasa Inggris) dan Kong artinya Monyet (bahasa Latin).
Berik ut adalah kata-kata yang terkait dengan Kong :
1. Kong Kali Kong:
Artinya banyak Monyet ! Bayangin, Monyet dikalikan dengan Monyet !
2. Kong Res (Kongres) :
Artinya Monyet Ngumpul ! Res singkatan dari Residu, sisa yang terkumpul.
3. Kong Kow :
Artinya, Monyet Gaul ! Kow dari bahasa Mandarin non-formal yang artinya main, bergaul atau ngerumpi.
4. Ngong Kong :
Artinya Monyet Jongkok ! Ngong artinya duduk atau Jongkok dalam bahasa Sanskerta.
5. Kong Guan :
Artinya Biskuit Monyet, atau Biskuit kesukaan Monyet !
6. Kong Lomerat :
Artinya Kumpulan besar Monyet! Glomerat artinya menggelinding menjadi bola yang besar.
7. Kong Si (Kongsi) :
Artinya Empat Monyet pengusaha! Si adalah bahasa Mandarin artinya empat.
8. Cu Kong :
Monyet banyak duitnya! Cu artinya banyak duit menurut bahasa Mandarin kuno yang sudah kadaluarsa.
9 . Eng Kong :
Artinya Mbahnya Monyet !
10. Sing Kong :
Akar umbi ngumpet dalam tanah, takut ama monyet! Sing = singitan (bhs Jawa) = ngumpet.
11. Bo Kong :
Bagian tubuh belakang monyet di bagian bawah yang kelihatan bengkak. Bo = aboh (bahasa Jawa) = bengkak.
13. Jerang Kong :
Kerangka monyet ! Jerang = tulang belulang menurut bahasa antah berantah.
14. Bang Kong :
Monyet bangun kesiangan ! Bang = singkatan dari bangun.
15. Sun Go Kong :
Sun = cium, Go = pergi atau Hayo, Kong = monyet
Sun Go Kong= Hayo cium Monyet

 Bershalawat Atas Nabi satu kali, dibalas sepuluh kali

Dari Ibnu Abbas ia berkata : “ Barang siapa membaca shalawat atas Nabi sekali, maka Allah menaugerahi shalawat untuknua sepuluh kali, dan barangsiapa memaki Nabi satu kali, maka Allahmemaki orang itu sepuluh kali. Tidakkah engkau ketahui, firman Allah mengenai walid bin mughirah yang dikutuk Allah, ketika ia mencaci Nabi saw. Satu kali, maka Allah mencacinya sepuluh kali.”

Friday, June 27, 2008

Sabda Yesus tentang manusia

Isa berkata kepada kaum hawariyun: "Manusia diciptakan di dunia ini dalah empat tahap. Di dalam tiga tahap manusia merasa tenang, dan di tahap keempat dia merasa gundah dan takut bahwa Allah akan meninggalkan dia. Di dalam tahap pertama manusia dilahirkan ke dalam tiga kegelapan: kegelapan badan, kegelapan rahim, dan kegelapan ari-ari. Allah mengurus dia di dalam kegelapan badan. Bila dia sudah terbebas dari kegelapan badan, dia bertemu dengan makanan yang dia tidak bisa hampiri dengan menggerakkan kaki atau dia raih dengan tangan. Makanan ini disediakan untuknya; dan dia dihadiahi ini hingga dia tumbuh. Bila dia sudah disapih daari air susu, dia mencapai tahap ketiga. Dia mendapat makanan dari orang tuanya yang memperolehnya dengan jalan halal atau haram. Jika orang tuanya meninggal maka orang-orang lain akan merasa kasihan padanya; seseorang memeberinya makan, orang lain memberinya minum, yang lainnya memberi dia tempat untuk tinggal, dan yang lainnya lagi memberi dia pakaian. Jika dia mencapai tahap keempat, bertenaga dan tegak, serta menjadi dewasa, maka takutlah dia bahwa tidak ada lagi yang mengurusi dia, dan [mulailah] dia menyerang manusia lain, mengkhianati amanat mereka, merampoknya, mengambil harta benda mereka, meski dia [sebenarnya] takut bahwa Allah Yang Mahakuasa bisa meninggalkannya."

Tuesday, June 24, 2008

10 sebab hati menjadi mati

Sepuluh faktor penyebab hati menjadi mati

Dari Syaqiq al balkhi, dia berkata :”Ibrahim bin adham berjalan-jalan di pasar basrah, lalu orang-orang berkumpul kepadanya. Ibrahim berkata ketika mereka menanyakan tentang firman Allah : ‘ud uunii astajib lakum………Berdo’alah kalian kepadaku, niscaya Aku mengabulkan do’a kalian.”

Padahal kami telah berdo’a bertahun-tahun, mengapa Allah belum juga mengabulkan do’a kami…?

Ibrahim menjawab :” hatimu telah mati karena sepuluh perkara :
1. Engkau mengelan Allah, tapi tidak menunaikan haknya.
2. Engkau membaca kitab Allah, tapi tidak mau mengamalkan isinya.
3. Engkau mengaku bermusuhan dg. Iblis, tapi mengikuti tuntunannya.
4. Engkau mengaku cinta Rasul, tetapi meninggalkan perilaku dan sunnahnya.
5. Engkau mengaku senang ( cinta ) kepada syurga, tetapi tidak berusaha menuju kepadanya.
6. Engkau mengaku takut neraka, tetapi tidak mengakhiri perbuatan-perbuatan dosa.
7. Engkau mengakui bahwa kematian itu haq, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
8. Engkau asyik meneliti aib-aib orang lain, tetapi melupakan aibmu sendiri.
9. Engkau makan rizqi Allah, tetapi tidak bersyukur kepadanya.
10. Engkau mengubur orang-orang mati diantara kalian, tetapi tetapi tidak mengambil pelajaran darinya.”

Bersyukur kepada Allah adalah memuji dengan segala kebagusan-kebagusanNYA yang telah dianugerahkan, kemudian taat kepadaNYA.

Mengambil pelajaran dari peristiwa kematian ialah dengan cara meningkatkan kesadaran diri. Jika seseorang telah sadar, bahwa pasti akan mengalami kematian, makan diharapkan akan timbul kesenangan terhadap perbuatan-perbuatan baik dan takut atau enggan melakukan perbuatan jelek.

Dalam kaitannya dengan masalah do’a ini, diriwayatkan dari Ibnu abi hatim, sesungguhnya Jibril berkata kepada Nabi sebagai berikut : “ Tiada aku diutus menemui seseorang yang lebih menyenangkan kepadaku, kecuali diutus menemui engkau. Tidakkah sebaiknya aku mengajarimu suatu do’a yang sengaja kusimpan untukmu dan tidak pernah aku ajarkan kepada seorangpun sebelum engkau. Do’a ini dapat engkau unjukkan dikala senagn ataupun susah , ucapkanlah :

“ Yaa Nuuros samaawaati wal ardl…..wa yaa qoyyuumus samaawaati wal ardl…….Yaa shomadas samaawaati wal ardl……..wa Yaa zainas samaawaati wal ardl……..wa yaa jamaalas samaawaati wal ardl…..Yaa dzal jalaali wal ikraam……wa yaa ghautsal mustaghiisiin wa muntahaa roghbatil ‘aabidiin……..wamunaffisal kurobi ‘anil makruubiin………wa mufarrijal ghammi ‘anil maghmuumiin…….washarikhal mustashrikhiin…………wamujiiba su’aalil ‘aabidiin………..

Wahai yang menerangi langit dan bumi…….wahai yang mendirikan langit dan bumi…….wahai yang dibutuhkan langit dan bumi…..wahai yang menghiasi langit dan bumi………..wahai yang memperindah langit dan bumi……….. wahai yang maha agung lagi maha mulia……wahai yang menolono orang-orang yang meminta pertolongan……..dan penghabisan yang dicintai orang-orang yang beribadah….yang melonggarkan kebingungan dari orang-orang yang bingung…… yang menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah……. Wahai penolong orang-orang yang memekikkan rintihan……dan wahai Tuhan yang mengabulkan permintaan orang-orang yang beribadah………

Kemudian kamu meminta kepada Allah kebutuhan dari berbagai kebutuhan, baik duniawa maupun ukhrowi.

Sunday, June 22, 2008

Sepuluh keutamaan bersiwak

Rasulullah bersabda :

“ Perhatikan benar-benar tentang bersiwak ( gosok gigi ), karena disitu terdapat sepuluh keistimewaan :

1. Membersihkan mulut.

2. Mendatangkan ridla Allah

3. Menjadikan marah setan.

4. Dicintai Allah yang MAha Pengasih dan Maha Hafadzah

5. Menguatkan gusi.

6. Menghentikan dahak.

7. Mengharumkan bau pernafasan.

8. Memadamkan gejolak temperamen.

9. Menajamkan pandangan mata dan menghilangkan bau mulut.

10. Bersiwak itu termasuk sunnah Nabi. “

Selanjutnya Nabi bersabda : “ Shalat sekali dg. Bersiwak itu lebih utama dibanding tujuh puluh kali shalat tanpa siwak.”

Hadits ini tidak dapat dipahami dengan asumsi, bahwa bersiwak lebih utama daripada jama’ah y ang hanya mampu meningkatkan pahala menjadi dupuluh tujuh derajad, karena boleh jadi satu derajad dalam shalat berjamaah itu mampu menandingi beberapa derajad dalam tujuh puluh derajad pahala shalat yang ditunaikan dengan bersiwak.

Yang dimaksud dengan temperamen tubuh, ialah campuran dalam perbandingan tertentu berbagai cairan tubuh yang dapat menentukan kondisi tubuh seseorang. Unsur temperamen adalah lender kubing, lender hitam, dahak dan darah. Ukuran banyak dan sedikitnya bahan-bahan inidalam percampuran satu sama lainnya, akan menentukan kondisi tubuh seseorang, bahkan kondisi kejiwaannya.

Dalam satu riwayat dikatakan juga, bahwa besiwak membawa faedah dapat menyehatka organ-organ dalam tubuh. ( diambil dari kitab “Nasha’ihul ‘Ibad” )

Friday, February 1, 2008

samany

shaman lokasan.......
shabar...........nriman............
Loman.............Akas....tenanan.......................
Shabar, nriman..................sudah umum dipahami, meskipun kata ini berasal dari bahasa arab ( shabar ) dan bahasa jawa ( nriman ).............
Loman adalah dermawan..........suka memberi........juud dalam bahasa arabnya..................
Akas adalah rajin......dalam bekerja tertata............ada target rasional dalam pencapaian sesuatu......cak-cek dalam istilah jawane...................
Sedangkan tenanan adalah bersungguh-sungguh....dalam menghadapi hidup ini................